#menubar{ width:900px; height:32px; background:#de360f; margin: 0 auto; } #menubar ul{ float:left; margin:0; padding:0; } #menubar li{ float:left; list-style:none; margin:0; padding:0; } #menubar li a, #menubar li a:link{ border-right:1px solid #F0512D; float:left; padding:8px 12px; color:#fff; text-decoration:none; font-size:13px; font-weight:bold; } #menubar li a:hover, #menubar li a:active, #menubar .current_page_item a { color:#ffa500; text-decoration:underline; } #menubar li li a, #menubar li li a:link, #menubar li li a:visited{ font-size: 12px; background: #de360f; color: #fff; text-decoration:none; width: 150px; padding: 0px 10px; line-height:30px; } #menubar li li a:hover, #menubar li li a:active { background: #F0512D; color: #ffa500; } #menubar li ul{ z-index:9999; position:absolute; left:-999em; height:auto; width:170px; margin-top:32px; border:1px solid ##F0512D; } #menubar li:hover ul, #menubar li li:hover ul, #menubar li li li:hover ul, #menubar li.sfhover ul, #menubar li li.sfhover ul, #menubar li li li.sfhover ul{ left:auto } #menubar li:hover, #menubar li.sfhover{ position:static }

Thursday, 4 August 2016

Tugas yang banyak? Apakah dibutuhkan oleh siswa?


Ya, PR, seolah-olah menjadi sesuatu yang "menjadi bagian hidup para siswa". Yap, pekerjaan rumah bagi para siswa adalah pekerjaan sehari-hari mereka. Ada sih beberapa yang tidak mengeluh, tapi 95% dari mereka terus mengeluh dan merasa kelabakan dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru (termasuk saya, hehehe). Memang sih, PR itu merupakan semacam "latihan" atau kata guru sih supaya belajar di rumah. Ada juga yang bilang supaya lebih disiplin. Tapi apakah benar? Dan apakah semua tujuan itu terwujud? 
Mari kita lihat poin-poin berikut

1. Tugas yang terlalu banyak membuat siswa stress

Ya, memang mungkin inilah yang selalu dikatakan oleh kebanyakan orang. Tapi 100% benar kok. Tugas yang terlalu banyak menyebabkan siswa stress. Beberapa dari guru menyarankan untuk mengerjakan tugas secepatnya tidak boleh ditunda-tunda, tapi apakah hanya itu yang harus dikerjakan? apakah para guru tidak menyadari bahwa ada tugas lain yang deadlinenya lebih dekat? Apakah siswa tidak punya pekerjaan lain? Ya tentu mereka punya pekerjaan lain seperti membantu orang tua di rumah, ekskul, hang out bareng teman dan sahabat, bersantai, dan bahkan beberapa ingin belajar sesuai dengan kesukaan mereka (aku banget mah ini). Namun semua itu tidak dapat mereka lakukan karena tugas yang terus datang silih berganti seperti antrian yang tidak terbatas panjangnya. Tugas di sekolah seperti bilangan yang tak berhingga banyaknya. Dari hasil survei, sebanyak 56 persen dari siswa menganggap pekerjaan rumah merupakan sumber utama stres. Sementara 43 persen melihat ujian sebagai stressor utama, sedangkan 33 persen menempatkan tekanan tersebut (pekerjaan rumah) untuk mendapatkan nilai bagus. Hanya kurang dari 1 persen dari siswa mengatakan pekerjaan rumah tidak membuat stres. Apakah ini tujuan pemberian tugas yang sebenarnya? Saya rasa tidak

2. Sedikitnya waktu untuk komunikasi dengan orang tua dan sahabat

Banyaknya tugas menyebabkan waktu mereka terkuras untuk mengerjakan tugas, bahkan waktu yang digunakan untuk kumpul bersama keluarga terenggut oleh tugas. Bayangkan, siswa harus mengerjakan 2-3 tugas setiap harinya. Tentu waktu mereka akan digunakan untuk mengerjakan tugas hanya "demi nilai". Namun apakah nilai itu dapat menggantikan waktu mereka? Waktu untuk berkumpul bersama keluarga, bersosialisasi dan lainnya. Dan itu semua bukanlah KEINGINAN tapi KEBUTUHAN. 

3. Dapat Menyebabakan Kesehatan Terganggu

Ya, tentu ini ada korelasinya dengan poin nomor 1. Stress dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, dan ketika itu terjadi maka tubuh seseorang akan mudah terserang penyakit. Selain karena stress, hal-hal seperti kurang tidur juga jadi masalah bagi para siswa karena harus bekerja sampai pukul 11-12 malam (aku mah gak sanggup). Katanya kesehatan jadi yang utama, kok gini? 

4. Tidak lebih dari sekedar nilai dan takut dihukum

Poin ini mungkin sedikit terkesan "sarkastik". Tapi itulah pandangan saya. Tujuan pemberian tugas seharusnya untuk melatih siswa dan untuk sebagai pembelajaran di rumah. Namun apakah poin itu tercapai?  Tentu tidak. Para siswa hanya saling "menyalin" (honestly it's me too) tugas karena tidak ada cukup waktu untuk mengerjakan semua tugas-tugas, apalagi yang membutuhkan waktu lebih seperti matematika, fisika, dan kimia. Lalu, bagi para siswa yang ingin menggeluti bakat dan kemampuannya tidak punya waktu untuk itu. Apakah semua dari tugas-tugas itu akan "begitu berguna" dalam dunia yang lebih kejam yaitu dunia kerja? Tentu tidak, yang dibutuhkan skill dan kemampuan mereka berpikir. Tidak ada waktu untuk mengasah kemampuan itu. 

Sebenarnya tugas tidak ada salahnya, tapi benar sekali yang berlebihan itu tidak baik.
Sekian dari saya Wassalam



No comments: