- Menganggap pelajaran matematika sangat sulitInilah hal yang paling mendasar mengapa seseorang sangat sulit dalam memahami materi matematika. "Ah, Matematika susah banget sih" atau "Aduh, gak bisa paham" adalah hal yang lumrah kita dengar saat belajar matematika. Ya, pemikiran ini mendorong seseorang untuk menyerah dan tidak mampu belajar dengan sungguh-sungguh.
- Tidak memiliki keyakinan"Meskipun bagaimana aku belajar pun dan seberapa sering pun aku gak mungkin bisa pandai di bidang ini (matematika)" itulah kalimat yang cukup aku benci. Karena ketidakyakinan tersebut menyebabkan mereka tidak bisa termotivasi untuk tahu dan menguasai materi tersebut.
- Terlalu membaca materi tanpa contoh dan latihanMembaca materi memang perlu, tetapi yang terpenting adalah menggunakannya. Tentu saja jika hanya membaca dan terus membaca materi tanpa latihan akan sia-sia. Karena nanti pada saat mengerjakan soal masalah yang muncul adalah "yang ini digunakannya kapan, yah? ""pake sifat yang ini atau yang itu yah?". Latihan adalah metode terbaik dalam belajar matematika, karena membuat siswa lebih berpengalaman dalam menghadapi soal.
- Mempelajari materi sulit tanpa mengetahui materi dasarMungkin karena terlalu banyak pelajaran di sekolah sehingga siswa sering kali lupa pada materi dasar yang sangat penting. Materi yang sangat penting dan paling dasar yang perlu diketahui adalah bilangan (bilangan asli, cacah, bulat, pecahan, dll), aljabar (faktorisasi, substitusi, eliminasi, persamaan kuadrat, dan mengerjakan sistem persaman), dan juga beberapa geometri dasar (garis, sudut, bangun datar, dll). Jika hal tersebut dimiliki oleh siswa maka saya yakin bahwa dia akan mudah dalam memahami materi pengembangan selanjutnya. Contohnya, bagaimana mungkin siswa bisa paham tentang limit, turunan, dan integral tanpa tahu apa-apa tentang aljabar? Bagaimana dia akan mengerjakan persamaannya atau bentuk aljabarnya jika caranya saja dia tidak tahu? Bagaimana jika bentuknya nanti berbentuk persamaan kuadrat, bagaimana dia bisa tahu nilai yang memenuhi?Itu sebabnya materi-materi yang saya sebutkan tadi sangat penting untuk dikuasai terlebih dahulu.
- Terpaku pada materi dan contoh yang diberikan
Yah, ini sangat lumrah terjadi di kalangan para siswa. Kebanyakan buku memberikan materi dan contoh soal berdasarkan materi. Mereka pun bisa mengerjakan soal latihan yang tipenya sama dengan contoh soal. Namun ketika siswa dihadapkan pada soal yang kasusnya berbeda, mereka akan kebingungan. Ini terjadi karena mereka hanya terpaku pada contoh yang diberikan dan tidak menggunakan kreativitas dan logika dalam mengerjakan soal tersebut (Intinya mereka gak paham cara mendapatkannya gimana, hanya mengucopy-paste dengan angka berbeda saja). Tentu ini sangat disayangkan, karena yang dibutuhkan dalam mengerjakan soal matematika adalah logika dan kreativitas dalam berpikir. Contohnya, jarak=kecepatan X waktu, jika ditanyakan jarak mereka akan dengan mudah mendapatkannya, namun jika yang ditanyakan kecepatan (v), beberapa dari mereka akan kebingungan. Apalagi jika sudah sedikit rumit, yang harus mencari nilai-nilai yang lain dulu sebelum ke rumus akhir (kebanyakan di Fisika) mereka akan kewalahan. Karena apa? mereka hanya terpaku pada apa yang ada di buku. - Terburu-buru
Terburu-buru dalam hal ini adalah ingin menguasai materi dengan cepat, mungkin karena ulangan atau semacamnya. Hal ini menyebabkan siswa tidak tahu cara penggunaannya karena hanya menghafal sifat dan rumus - Menyerah
Ketika seseorang terus mencoba dan gagal, pasti ada keinginan untuk berhenti mencoba. Di titik ini banyak orang yang memilih untuk menyerah. Tapi apakah itu yang terbaik? Menurutku tidak. Yang perlu dilakukan hanyalah beristirahat sejenak dan mencoba mencari metode belajar baru. Belajar matematika di saat mood buruk bukanlah sesuatu yang baik, maka pilihlah saat yang tepat dimana ada keinginan untuk itu. Dan saya yakin, Anda bisa
Wassalam
No comments:
Post a Comment